Siapa Botok Pati? Profil dan Biodata Aktivis Vokal yang Jadi Sorotan, Lengkap dengan Rekam Jejak Kontroversialnya
--
SEKAR OTONITY – Pada artikel berikut ini adalah informasi mengenai profil dan biodata Botok Pati yang tidak boleh kamu lewatkan. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini agar tidak ketinggalan informasi pentingnya!
Botok mulai lebih dikenal publik melalui keterlibatannya dalam berbagai gerakan masyarakat di Pati. Ia menjadi salah satu figur yang aktif mengawal persoalan daerah, termasuk ketika muncul penolakan terhadap sejumlah kebijakan pemerintah kabupaten. Kiprahnya kemudian membuat namanya ikut mencuat di luar wilayah Pati.
Menariknya, sikap politik Botok terhadap Bupati Pati Sudewo mengalami perubahan. Pada Pilkada Pati 2024, ia diketahui pernah mendukung Sudewo. Namun, setelah Sudewo terpilih, Botok justru tampil sebagai salah satu pihak yang mengkritik pemerintahannya karena menilai sejumlah kebijakan tidak sesuai dengan kepentingan masyarakat.
Baca juga: Rilis Trailer Terbaru! Anime Oshi no Ko Season 4 Bakal Jadi Pembuka Jalan Menuju Akhir Kisah
Salah satu isu yang kemudian mendapat perhatian adalah kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Bersama elemen AMPB, Botok turut terlibat dalam gerakan yang mendorong evaluasi kebijakan pemerintah daerah, bahkan berkembang menjadi tuntutan agar Sudewo mundur dari jabatan.
Aktivitas tersebut juga membuat Botok menghadapi persoalan hukum. Setelah aksi masyarakat pada 2025, ia bersama Teguh Istiyanto ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara yang berkaitan dengan penghasutan. Kasus itu berlanjut ke Pengadilan Negeri Pati dan pada 5 Maret 2026 keduanya dijatuhi hukuman enam bulan penjara dengan masa pengawasan selama 10 bulan. Karena merupakan pidana bersyarat, keduanya tidak langsung menjalani hukuman di balik jeruji.
Nama Botok kembali menjadi perhatian pada Agustus 2026 ketika rekening pribadinya yang disebut berisi sekitar Rp80,9 juta menjadi polemik. Botok mengatakan dana tersebut merupakan gabungan uang pribadi dan sumbangan masyarakat yang dipersiapkan untuk membiayai kebutuhan massa Pati menuju Jakarta. Ia juga mengaku rekening tersebut tidak dapat digunakan untuk melakukan transaksi.