VIRAL! Dukungan Untuk KH Abdul Hakim Mahfudz dalam Pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Semakin Meningkat
--
Dukungan terhadap Gus Kikin semakin kuat, terutama dari tuan rumah penyelenggara muktamar. Ketua PCNU Kabupaten Jombang, KH Fahmi Amrullah Hadzik, menerangkan terkair pandangannya bahwa Gus Kikin memiliki kapasitas dan kapabilitas serta rekam jejak yang layak untuk memimpin PBNU.
"Gus Kikin ini zuriah muassis, cicit Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari. Darahnya sudah tidak diragukan lagi. Beliau juga pengusaha, sudah mentas dengan dirinya, insyaallah enggak golek urip nang NU, bisa nguripi," jelas KH Fahmi pada Senin 31 Agustus 2026.
KH Fahmi juga menambahkan bahwa selama memimpin PWNU Jawa Timur, Gus Kikin berhasil membangun suasana organisasi yang sejuk dan kondusif. Dengan dukungan yang terus mengalir, Gus Kikin diharapkan dapat membawa PBNU menuju arah yang lebih baik serta lebih fokus pada kepentingan umat.
Pemilihan Ketua Umum PBNU adalah proses menentukan ketua tanfidziyah (badan pelaksana) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang diadakan lima tahun sekali melalui forum Muktamar. Pada Muktamar ke-35 NU di Jombang, mekanisme pemilihan resmi diubah dari sistem suara langsung (one man one vote) menjadi sistem musyawarah melalui tim Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).
Sistem pemilihan Ketua Umum PBNU menggunakan kombinasi tahap penjaringan suara (election) oleh pengurus daerah dan tahap ketetapan kiai sepuh (selection) lewat tim Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Mekanisme dua tahap ini resmi disahkan dan diterapkan pada Muktamar ke-35 NU di Jombang.