Bedah Teori Gelap Avatar: Seven Havens, Pavi sang Earthbender di Dunia Pasca-Bencana
--
SEKAR OTONITY - Sosok Korra di masa tuanya mendadak ditampilkan berdiri di tengah puing peradaban yang hancur dengan senyuman sinis dalam Avatar State. Adegan misterius ini langsung memicu gelombang teori liar: Apakah sang Avatar benar-benar berubah menjadi penjahat yang menghancurkan dunia, ataukah ada konspirasi besar yang sengaja disembunyikan oleh para kreatornya?
Penyebab utamanya adalah sebuah potongan adegan kilas balik (flashback) misterius yang menampilkan Korra di usia senja. Alih-alih digambarkan sebagai sosok pahlawan pelindung kedamaian, Korra justru terlihat berdiri di tengah kobaran api dan puing-puing kota yang hancur dalam mode Avatar State, sembari melemparkan senyuman dingin yang sinis.
Baca juga: Lebih Kejam dari Musim Lalu! Streaming Bloody Game X Full Episode Subtitle Indonesia
Baca juga: I Only Need the Duke’s Child CH.22: Sambil Menebus Kesalahannya Yang Sudah Berlalu
Baca juga: Street Fighter Chun-Li Android Figures Bakal Meluncur Tahun Depan, Intip Detail Merchandise
Potongan gambar yang mengerikan ini menjadi kunci jawaban mengapa dunia di era Seven Havens berubah menjadi dunia pasca-bencana (post-apocalyptic). Di era baru ini, sisa-sisa umat manusia terpaksa bertahan hidup di tujuh wilayah pengungsian yang terisolasi.
Ironisnya, gelar "Avatar" tidak lagi dihormati sebagai simbol keseimbangan, melainkan dikutuk sebagai pembawa petaka dan kehancuran. Akibat reputasi kelam yang ditinggalkan oleh masa lalu Korra tersebut, Avatar baru berikutnya seorang pengendali tanah (earthbender) bernama Pavi harus menjalani hidup sebagai buronan yang diburu oleh manusia maupun roh sejak hari pertama ia dilahirkan.
Kemunculan adegan misterius ini melahirkan berbagai teori liar di komunitas penggemar. Teori pertama menyebutkan adanya manipulasi trailer (bait-and-switch) yang sengaja dilakukan oleh kreator Michael DiMartino dan Bryan Konietzko.