Saturday 25th of July 2026
×

Review Anime: Though I Am an Inept Villainess Episode 3: Rencana Reirin Selama Pengasingan

Review Anime: Though I Am an Inept Villainess Episode 3: Rencana Reirin Selama Pengasingan

--

SEKAR OTONITYMemasuki episode ketiga, nasib "Ko Reirin", yang terjebak di dalam tubuh rivalnya, menjadi semakin menegangkan, terutama setelah ia diasingkan ke sebuah pondok terpencil akibat konspirasi jahat di dalam istana kerajaan.

Serial ini dijadwalkan menayangkan episode ketiganya pada hari Minggu, 26 Juli 2026. Diadaptasi dari novel ringan populer karya Satsuki Nakamura, serial ini terus menikmati popularitas di kalangan penggemar anime sejak penayangan perdananya musim panas lalu. Diproduksi oleh studio animasi ternama Doga Kobo, serial ini menonjol berkat visualnya yang memukau serta kisah yang berpusat pada intrik politik di sebuah kerajaan fiktif dengan estetika bernuansa Timur.


Baca juga: Nam Joo Hyuk Dikonfirmasi Bintangi Drakor Romantis 'Heartbeat', Garapan Penulis Lovely Runner

Baca juga: Ingat Penyihir yang Tertabrak Truk? Setelah 32 Tahun Vakum, Anime Legendaris Minky Momo Resmi Comeback di 2026!

Baca juga: Bedah Teori Gelap Avatar: Seven Havens, Pavi sang Earthbender di Dunia Pasca-Bencana

Pada episode sebelumnya, penonton menyaksikan nasib tragis namun unik yang dialami sang tokoh utama, Ko Reirin. Jiwanya dipindahkan secara paksa melalui sihir terlarang ke dalam tubuh Shu Keigetsu, seorang pelayan istana yang dipandang rendah dan dijuluki secara menghina sebagai "Tikus Jalanan."

Akibat tuduhan palsu, Rerin yang kini menempati tubuh Keigetsu diasingkan ke sebuah gubuk reyot atas perintah Selir Shu. Situasi pun semakin memburuk karena ia juga kehilangan Lili, pelayan setianya, yang memilih untuk pergi setelah terjadi kesalahpahaman.

Namun, alih-alih meratapi nasibnya, Rayrin menyikapi kemalangan yang menimpanya dengan cara yang sama sekali tak terduga. Mengingat tubuh aslinya dulu sangat lemah dan ringkih, ia merasa sangat bersyukur bisa menempati tubuh Keigetsu yang jauh lebih kuat dan bugar. Di sinilah letak unsur humor dan keunikan cerita ini, saat sang "tokoh antagonis gadungan" menjalani kehidupan baru yang penuh dengan aktivitas fisik yang menguras tenaga.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST