VIRAL! Dukungan Untuk KH Abdul Hakim Mahfudz dalam Pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Semakin Meningkat
--
SEKAR OTONITY – Pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam Muktamar ke-35 NU semakin menarik dengan meningkatnya dukungan terhadap KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin. Hal tersebut terjadi setelah KH Miftachul Akhyar resmi terpilih sebagai Rais Aam PBNU, sebagai penanda tahapan penting dalam penentuan kepemimpinan organisasi.
Muktamar ke-35 NU sebelumnya sudah memutuskan bahwa pemilihan Ketua Umum PBNU akan dilakukan melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Keputusan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam tata tertib muktamar, yang berfungsi untuk menentukan arah proses pemilihan pimpinan tertinggi organisasi.
Bukan hanya itu saja, forum muktamar juga mengesahkan ketentuan dalam Pasal 7 Tata Tertib Pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU. Salah satu aturan yang menjadi sorotan adalah syarat iddah politik selama satu tahun bagi calon yang berasal dari partai politik, yang menyebabkan beberapa nama calon tidak memenuhi persyaratan.
Keputusan mengenai iddah politik tersebut dianggap sejalan dengan aspirasi mayoritas warga Nahdlatul Ulama. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Parameter Politik Indonesia dari 20 Juli hingga 3 Agustus 2026, sebanyak 65,8 persen warga NU berharap supaya organisasi t menjauh dari politik elektoral.
Selain itu, 76,1 persen responden menginginkan PBNU lebih fokus pada kepentingan umat juga penguatan kehidupan beragama. Saat ini, tahapan muktamar berlanjut dengan pemilihan Ketua Umum PBNU.
Di tengah berlangsungnya pemilihan tersebut, persaingan calon ketua umum semakin mengerucut pada dua figur utama, yaitu Gus Kikin dan Gus Yahya. Lima kandidat lainnya telah sepakat bahwa pemilihan dilakukan melalui mekanisme AHWA, sesuai dengan keputusan muktamar.