Evaluasi Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa BEM UI dan Komite Kepung Jakarta Bawa 5 Tuntutan Besar
--
SEKAR OTN - Gerakan mahasiswa kembali bergolak di Ibu Kota. Aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar) bersama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di wilayah Jakarta Pusat.
Aksi unjuk rasa yang berlangsung masif ini digelar bertepatan dengan momentum dua tahun berjalannya roda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kehadiran massa di jalanan bertujuan untuk menyampaikan evaluasi kritis serta menyuarakan keresahan mendalam terkait kondisi bangsa terkini.
Baca juga: GEGER! Link Guru Bahasa Inggris 6 Menit Viral di Medsos, Video Part 2 Bikin Penonton Merem Melek
Ketua BEM UI, Yatalathof Imawan, menegaskan bahwa aksi turun ke jalan ini bukan sekadar seremonial ataupun perayaan momentum politik biasa. Gerakan ini merupakan akumulasi dari kekecewaan mahasiswa dan elemen masyarakat sipil terhadap berbagai persoalan fundamental yang dinilai belum mampu dituntaskan oleh jajaran eksekutif.
Mahasiswa memfokuskan aksi unjuk rasa ini pada dua titik utama di kawasan Jakarta Pusat, yaitu wilayah Tugu Proklamasi untuk pelaksanaan aksi simbolik awal pada pagi hari, serta area Tugu Tani di Menteng yang menjadi pusat konsentrasi massa pada sore hari. Langkah ini diambil guna memastikan aspirasi publik terdengar jelas oleh para pembuat kebijakan.
Dalam aksi demonstrasi tersebut, Komite Sadar secara resmi membawa lima tuntutan utama yang ditujukan langsung kepada pemerintah pusat. Tuntutan pertama yang disuarakan berkaitan erat dengan persoalan lingkungan hidup dan tata bencana.
Mahasiswa mendesak pemerintah untuk segera menetapkan status kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta bencana banjir tahunan sebagai bencana nasional. Selain itu, mereka menuntut jaminan pemulihan kesehatan bagi warga yang terdampak langsung, serta tindakan hukum yang tegas berupa pengadilan dan pencabutan izin bagi korporasi yang bertanggung jawab penuh atas terjadinya krisis lingkungan di berbagai daerah.
Baca juga: Tempat Baca Manhwa For the Goddesses for Psyche Chapter 5 Bahasa Indonesia, Saat Para Dewa Bersatu
Tuntutan kedua berfokus pada sektor ekonomi makro. Mahasiswa meminta pemerintah segera memperbaiki tata kelola kebijakan ekonomi nasional yang dirasa kian membebani rakyat kecil, sekaligus menuntut langkah konkret untuk mengembalikan serta memperkuat kepercayaan pasar global. Hal ini didorong oleh kekhawatiran atas stabilitas sektor keuangan dan investasi dalam negeri yang sedang menghadapi tantangan besar.
Berlanjut pada tuntutan ketiga, aliansi mahasiswa mendesak agar pemerintah menghentikan segala bentuk pembatasan terhadap kebebasan berpendapat di ruang publik maupun digital. Mereka menilai, intimidasi dan represifitas terhadap suara-suara kritis kian mencederai pilar demokrasi Indonesia. Sementara itu, tuntutan keempat menitikberatkan pada penegakan hukum dan pemberantasan maraknya praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) yang dinilai kembali subur di berbagai lini birokrasi pemerintahan dan penyalahgunaan kekuasaan.
Terakhir, pada tuntutan kelima, elemen mahasiswa menyoroti langsung hajat hidup masyarakat luas. Mereka menuntut pemerintah untuk segera menurunkan biaya pendidikan tinggi, layanan kesehatan, serta tarif pelayanan publik yang kian mahal dan menjerat ekonomi keluarga. Mahasiswa mendesak adanya pemerataan akses fasilitas negara agar tidak terjadi diskriminasi sosial. Seluruh poin tuntutan ini disusun berdasarkan hasil serapan aspirasi dan survei internal mahasiswa yang menunjukkan bahwa isu-isu tersebut adalah hal yang paling mendesak untuk segera diselesaikan demi menyelamatkan kedaulatan rakyat.