Video Mawar Banyuputih Situbondo Isinya Apa Aja? Pelaku Penyebar Video DN Kini Dilaporkan ke Polisi
--
Melalui media sosial, komunikasi, pemasaran, dan berbagi informasi menjadi lebih instan dan luas, mengubah pola interaksi sosial di era digital. Platform seperti Instagram, YouTube, dan TikTok memungkinkan pengguna terhubung secara global, membangun personal branding, serta mempromosikan bisnis secara efektif, namun memerlukan etika dan literasi digital yang bijak.
Maraknya video viral di media sosial saat ini didorong oleh algoritma platform, keinginan untuk mendapatkan perhatian, dan penyebaran konten emosional, baik positif (hiburan/inspirasi) maupun negatif (hoaks/asusila/perundungan). Konten yang mudah menyebar mencakup cuplikan CCTV, kejadian tak terduga, hingga video yang dimanipulasi AI, yang seringkali sulit dihapus sepenuhnya.
Meskipun konten yang lucu atau menyentuh emosi seringkali memiliki peluang lebih tinggi untuk menjadi viral, para ahli berpendapat bahwa cara video tersebut beredar, seperti dibagikan oleh tokoh-tokoh berpengaruh, memainkan peran penting dalam viralitasnya.
Peristiwa tersebut berawal ketika 2023 saat Mawar masih bersekolah di tingkat SD. Korban mengaku mendapat ancaman dari DN sehingga terpaksa membuat video pribadi dan mengirimkannya kepada pemuda tersebut.
Mawar semula tidak mengetahui bahwa rekaman pribadinya telah tersebar. Ia baru mengetahui peredarannya setelah mendapat teguran dari seorang kerabat. Sesudah teguran tersebut, Mawar mengungkapkan alasan dirinya membuat rekaman itu. Ia mengaku bertindak karena terpaksa setelah diancam oleh DN.
Setelah mengetahui pengakuan itu, paman korban membawa perkara tersebut ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Situbondo. Kasatreskrim Polres Situbondo AKP Selimat membenarkan adanya laporan mengenai dugaan penyebaran video asusila yang melibatkan korban di bawah umur.