Innalillahi! Cak Sholeh Meninggal Dunia, Seorang Pengacara Senior yang Gaungkan No Viral No Justice
--
SEKAR OTONITY - Berikut ini akan kami sampaikan informasi mengenai Cak Sholeh Meninggal yang wajib kamu tahu. Simak informasi selengkapnya yang sudah kami rangkum di sini!
Kabar duka datang dari dunia advokat. Cak Sholeh dikabarkan meninggal dunia. Sosok yang dikenal dengan istilah No Viral No Justice itu menghembuskan nafas terakhirnya di hari Jumat (07/08).
Cak Sholeh Meninggal
Kabar duka menimpa keluarga besar Muhammad Sholeh. Sholeh merupakan seorang pengacara dari Sidoarjo, yang populer dengan nama Cak Sholeh, meninggal dunia pada dini hari Jumat, 7 Agustus 2026, sekitar pukul 03.00 WIB.
Kabar meninggalnya pengacara yang dikenal dengan mottonya "Tanpa viralitas, tak ada keadilan," dikonfirmasi oleh istrinya, Ana. Ia meminta maaf atas kesalahan yang mungkin telah dilakukan suaminya selama hidupnya.
"Benar, suami saya telah meninggal dunia. Saya meminta maaf atas kesalahan yang mungkin telah saya lakukan," kata Ana kepada Suara Surabaya pada Jumat pagi.
Baca juga: Event Thrifting Surabaya di Atrium Central Mall Pada 8-19 Agustus 2026, Ada Diskon Sampai 90%
Ana menjelaskan bahwa Cak Sholeh meninggal setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Siloam. Ia mengatakan suaminya telah menderita penyakit autoimun selama lima tahun dan telah dirawat di rumah sakit selama 20 hari terakhir.
"Beliau meninggal dunia pukul 03.00 di Rumah Sakit Siloam. Beliau telah menderita penyakit autoimun selama lima tahun. Beliau telah dirawat di rumah sakit selama 20 hari," tambah pernyataan tersebut. Jenazah Cak Sholeh akan dimakamkan di Bupati Munfaridin Putih Lion di Prigen, Pasuruan, Jawa Timur. Cak Sholeh adalah wakil kepala bupati tersebut.
Cak Sholeh dikenal luas sebagai seorang pengacara dan aktif membahas berbagai isu hukum dan sosial melalui media sosialnya. Mottonya, "Tanpa viralitas, tak ada keadilan," menjadi slogan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang dipimpinnya.
Selain berprofesi sebagai pengacara, Cak Sholeh juga aktif dalam kontes politik daerah. Ia terdaftar sebagai calon bupati Sidoarjo dari Partai Perjuangan Demokrasi Indonesia (PDI-P) pada tahun 2024.