Imbas Boikot Raffi Ahmad, D'MASIV Resmi Putus Hubungan Afiliasi Bisnis dengan RANS Entertainment
--
SEKAR OTN - Grup musik pop rock papan atas tanah air, D'MASIV, secara resmi mengumumkan keputusan besar untuk menghentikan seluruh bentuk kerja sama komersial dan hubungan afiliasi bisnis dengan perusahaan media RANS Entertainment.
Langkah strategis dan berani ini diambil oleh band yang digawangi oleh Rian Ekky Pradipta dan kawan-kawan di tengah mencuatnya gelombang sentimen negatif serta aksi boikot massal dari sebagian lapisan masyarakat terhadap lini bisnis milik selebritas Raffi Ahmad tersebut. Pihak manajemen D'MASIV menegaskan bahwa pemutusan hubungan kerja ini merupakan langkah mitigasi taktis demi menyelamatkan serta menjaga fokus kelangsungan rangkaian tur konser internasional mereka yang bertajuk "Home Run Asia".
Baca juga: 86 KK Terdampak dan Puluhan Rumah Rusak Imbas dari Puting Beliung Terjang Kabupaten Kediri
Klarifikasi mengenai status hubungan kerja sama ini pertama kali mengemuka ke publik setelah akun resmi D'MASIV memberikan respons di platform media sosial Threads, yang kemudian dipertegas oleh pernyataan langsung dari sang vokalis, Rian. Dalam penjelasannya kepada awak media, Rian menyampaikan bahwa D'MASIV saat ini sudah berdiri secara mandiri tanpa adanya ikatan kontrak kontraktual maupun keterlibatan operasional dari RANS Entertainment. Pemutusan hubungan kerja sama ini dilakukan secara profesional melalui mekanisme evaluasi internal yang mendalam, mengingat situasi sosial yang berkembang dapat memengaruhi persepsi publik terhadap karya-karya musik yang sedang mereka promosikan secara global.
Sebelum keputusan pemutusan ini disepakati, RANS Entertainment sebenarnya bertindak sebagai promotor utama dan mitra strategis yang mengelola aspek komersial, pemasaran, serta logistik internasional untuk beberapa titik awal rangkaian tur "Home Run Asia".
Di bawah bendera RANS, D'MASIV tercatat telah sukses menyelesaikan gelaran konser di dua negara tujuan awal, yakni Taiwan dan Hong Kong. Namun, memasuki paruh kedua tahun 2026, dinamika sosial dan politik yang melanda manajemen RANS Entertainment dinilai berpotensi membawa dampak domino yang kurang menguntungkan bagi kelancaran sisa tur di negara-negara Asia Tenggara lainnya, sehingga manajemen band memilih untuk mengalihkan hak pengelolaan.