Korban Keracunan MBG di Sidoarjo Capai 592 Orang, Desakan Tutup Dapur SPPG Kalitengah Makin Gencar
--
SEKAR OTONITY – Pada artikel berikut ini adalah informasi mengenai korban keracunan MBG di Sidoarjo yang tidak boleh kamu lewatkan. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini agar tidak ketinggalan informasi pentingnya!
Jumlah warga yang mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo, Jawa Timur, terus bertambah. Hingga Rabu (2/9/2026) pukul 16.00 WIB, tercatat 592 orang telah mendapatkan penanganan medis. Dari jumlah tersebut, 80 orang masih menjalani perawatan, 19 lainnya berada dalam tahap observasi, sementara 493 korban sudah diperbolehkan pulang.
Para korban merupakan penerima makanan yang didistribusikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin. Sebagian besar berasal dari Pondok Pesantren Manbaul Hikam, tetapi laporan gangguan kesehatan juga muncul dari sejumlah lembaga pendidikan lain yang menerima makanan dari dapur yang sama. SPPG tersebut diketahui memasok MBG kepada 2.854 penerima di 19 lembaga pendidikan.
Sejumlah korban mengalami keluhan seperti mual, muntah, sakit perut, diare, dehidrasi hingga sesak napas. Di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, pasien bahkan masih berdatangan secara bertahap pada Rabu siang. Beberapa di antaranya harus menggunakan kursi roda maupun bed trolley untuk mendapatkan penanganan medis.
Salah seorang santri, Muhammad Reyhan Ardiansyah, mengaku mulai merasa mual pada malam hari setelah menyantap makanan MBG. Ia sempat menahan rasa sakit karena ingin membantu teman-temannya yang lebih dulu mengalami gangguan kesehatan. Setelah kondisinya semakin melemah usai Salat Subuh, Reyhan akhirnya dibawa ke rumah sakit.
“Saya tidak mau lagi makan MBG. Saya takut,” katanya.
Santri lainnya, M. Fajri Al Falah, juga mengalami muntah dan diare setelah mengonsumsi makanan sekitar pukul 13.00. Menurut Fajri, sejumlah santri harus mengantre menggunakan toilet karena mengalami diare secara bersamaan.