Thursday 3rd of September 2026
×

Ratusan Santri Keracunan MBG di Sidoarjo, Nasib Kepala SPPG Kalitengah Jadi Sorotan

Ratusan Santri Keracunan MBG di Sidoarjo, Nasib Kepala SPPG Kalitengah Jadi Sorotan

--

SEKAR OTONITY – Pada artikel berikut ini adalah informasi mengenai desakan pencopotan kepala SPPG Kalitengah yang tidak boleh kamu lewatkan. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini agar tidak ketinggalan informasi pentingnya!

Kasus dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, terus mendapat perhatian pemerintah. Data terbaru mencatat 592 santri terdampak setelah menerima makanan yang didistribusikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah.


Dari ratusan korban tersebut, sebagian harus menjalani perawatan di fasilitas kesehatan. Pada Rabu (2/9/2026), Bupati Sidoarjo Subandi menyebut masih ada 88 santri yang mendapatkan perawatan, sedangkan korban lainnya telah memperoleh penanganan medis dan diperbolehkan pulang. Tidak ada laporan korban meninggal dalam kejadian tersebut.

Baca juga: Korban Meningkat! Bupati Sidoarjo Desak SPPG Kalitengah Ditutup Permanen Usai Ratusan Santri Keracunan

Menindaklanjuti insiden itu, Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah terhadap pengelolaan SPPG Kalitengah. Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana menyampaikan usulan pencopotan serta pergantian Kepala SPPG Kalitengah, Rafli Ridho. Keputusan tersebut menjadi bagian dari evaluasi setelah munculnya kasus yang berdampak pada ratusan penerima MBG.

Selain mengusulkan pergantian kepala SPPG, BGN memberikan sanksi berupa penghentian operasional atau suspensi berat selama 30 hari. Selama masa tersebut, aktivitas dapur dihentikan sementara sembari investigasi dilakukan untuk mencari penyebab gangguan kesehatan yang dialami para santri. Perlu dicatat, Rafli pada tahap ini disebut diusulkan untuk dicopot, bukan telah resmi diberhentikan.

Rafli sebelumnya telah menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut. Ia mengaku menyesal setelah makanan yang diproduksi SPPG-nya diduga menyebabkan gangguan kesehatan pada para santri. Menurut keterangannya, proses pengolahan makanan dimulai sekitar tengah malam dan makanan kemudian dikirimkan kepada penerima sekitar pukul 11.00 WIB.

Baca juga: Profil dan Latar Belakang Anthony Xie, Aktor Tanah Air yang Diisukan Digugat Cerai Oleh Audi Marissa

Source:

Update Terbaru

RELATED POST