Kepala SPPG Kalitengah Sampaikan Permohonan Maaf Usai 592 Santri MBG Sidoarjo Diduga Keracunan
--
Meski demikian, Rafli mengaku belum dapat memastikan apa yang menyebabkan banyak penerima mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan tersebut. Ia memilih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sebelum menyimpulkan penyebab kejadian. Sikap tersebut disampaikan ketika pihak SPPG menjalani inspeksi mendadak yang dilakukan pemerintah daerah bersama perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN).
Di tengah proses pemeriksaan, Rafli menyampaikan penyesalannya kepada para korban dan pihak yang terdampak. Pernyataan tersebut disampaikan setelah jumlah korban yang dilaporkan mengalami gejala terus bertambah.
“Mohon maaf ya, saya menyesal,” kata Rafli kepada wartawan.
Kasus ini kemudian berujung pada penghentian sementara operasional SPPG Kalitengah. BGN menjatuhkan suspensi terhadap dapur tersebut selama proses investigasi berlangsung. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat persoalan dalam pengolahan, penyimpanan, pengemasan, maupun distribusi makanan MBG.
Jumlah korban yang besar membuat penanganan medis dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan. Dari data yang berkembang, tidak hanya santri Manbaul Hikam yang terdampak, tetapi juga siswa dari sekolah lain yang menerima makanan dari dapur SPPG yang sama. Perbedaan angka korban pada pendataan awal dan pembaruan terjadi seiring proses identifikasi dan pelaporan dari berbagai fasilitas kesehatan.
Baca juga: VIRAL! Dua Mahasiswa KKN Diduga Lakukan Kegiatan Menyimpang Sesama Jenis di Cianjur